Inilah beberapa tim E-Sport yang pernah mengalami diskualifikasi

Inilah beberapa tim E-Sport yang pernah mengalami diskualifikasi

EasyMoneyFast24. – Kompetisi eSports sekarang hidup dengan kehadiran banyak tim eSports dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. Munculnya tim eSports tentu diimbangi dengan kehadiran kompetisi eSports di mana mereka dapat bersaing dengan tim lain. Partisipasi dalam kompetisi e-sports tidak mudah dan merupakan kebanggaan bagi tim, tetapi ada beberapa kasus ketika tim e-sports didiskualifikasi selama turnamen karena kecurangan.

Memenangkan kompetisi adalah impian setiap tim eSports di seluruh dunia. Tetapi terkadang ambisi yang berlebihan untuk kemenangan memaksa mereka untuk melakukan apa yang sebenarnya dilarang dalam kompetisi e-sports. Berikut ini beberapa tim E-Sport yang pernah mengalami diskualifikasi.

Tim-tim E-Sport yang pernah didiskualifikasi

  • India OpTic

Tim eSports pertama yang pernah didiskualifikasi dari turnamen adalah OpTic India. Pada saat itu, salah satu pemain India OpTic, Nikhil forsaken Kumawata, membuktikan bahwa ia telah menggunakan tipu daya melawan tim eSport Revolution pada turnamen eXTREMESLAND. Pada acara profesional CS: GO, Nikhil diduga melakukan alt-tab, dan penyelenggara eXTREMESLAND melihatnya meluncurkan aplikasi mencurigakan yang berjalan di latar belakang. Sebagai hukuman atas tindakan ini, OpTic India harus didiskualifikasi dari turnamen, dan tim eSport Revolution berhasil maju ke babak berikutnya.

  • EVOS Esports

Jika Anda seorang pencinta game, pasti Anda tahu tim EVOS Esports atau dikenal dengan EVOS? Tim eSports dari Indonesia ini semakin membuktikan kemampuan mereka dalam beberapa kompetisi eSports yang diadakan di Indonesia atau luar negeri. EVOS pertama kali dibuat pada 2016, pernah merasakan diskualifikasi dalam kompetisi eSports. Ini terjadi pada divisi EVOS Mobile Legends, yang pada saat itu berpartisipasi dalam turnamen Garuda Cup Mobile Legends pada 2018 lalu. Ini disebabkan oleh salah satu pemain yang menggunakan skin selama pertandingan. Meskipun demikian, seperti yang kita ketahui, penggunaan skin dalam game Mobile Legends itu sendiri dapat meningkatkan status hero danini dilarang oleh panitia.

  • Thunder Predator

Dalam turnamen permainan Dota 2 yang disebut The International 2018 dimana diadakan di Vancouver, Kanada. Thunder Predator didiskualifikasi karena bermain curang yang dilakukan oleh salah satu pesertanya. Juan “Atun” Ochoa adalah anggota Thunder Predator, telah membuktikan bahwa ia menggunakan sejenis Code Script Macro untuk menggunakan keterampilan hero lebih cepat daripada pemain biasa. Valve Corporation, sebagai penyelenggara acara, tentu melarang ini. Akibatnya, tim esports dari Peru didiskualifikasi dari babak playoff TI Kualifikasi 2018.

  • NM Esports

Salah satu tim esports dari Indonesia, NM Esports menelan rasa pahit yang disebabkan oleh salah satu pemainnya, karena melakukan tindakakan kecurangan. Ini terjadi ketika mereka berkompetisi di GL Asia Minor Championship SEA & India Qualifier. Menurut Jimmy Lee, salah satu pendiri komunitas CS: GO Indonesia, Messyah sudah dianggap sebagai cheater dalam kelompok komunitas CS: GO Indonesia. Sebagai hasil dari kecurangan salah satu anggotanya, tim NM Esports akhirnya didiskualifikasi dalam turnamen yang sedang berlangsung. Tidak hanya itu, gelar tersebut langsung diberikan kepada Entity Esports, yang merupakan tim eSports dari India.

  • Test123

Test123 menjadi tim eSports terakhir yang didiskualifikasi ketika bermain dalam turnamen. Tim eSports ini sebelumnya dikenal sebagai paiN X, didiskualifikasi dari Chongqing karena terbukti melanggar aturan. Tim Pai X awalnya memenangkan tempat pertama dan memperoleh slot regional South America yang mana akan tampil bermain di Chongqing Major. Namun, setelah pesan dari seseorang bahwa anggota tim Test123 tidak tinggal di wilayah Amerika Selatan, Valve akhirnya turun tangan.

Valve secara eksplisit menyatakan bahwa pemain yang berpartisipasi dalam kualifikasi regional harus tinggal di wilayah tersebut, sementara 4 dari 5 peserta Test123 berasal dari Amerika Utara. Dengan keputusan Valve, tim Test123 akhirnya didiskualifikasi dari Chongqing Major, dan satu slot sisanya dari wilayah Amerika Selatan dipindahkan ke tim Thunder Predator.